PWI/I-PKRI CYBER. *KAIMANA, KLIKPAPUA -* Kabupaten Kaimana yang dikenal sebagai *Kota Pala* kini menghadapi double krisis. Bukan hanya krisis air bersih akibat kemarau panjang, tapi juga hilangnya sumber pendapatan utama masyarakat dari buah pala.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kaimana pada Jumat (9/10/2026) mengimbau warga hemat air dan waspada kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala BPBD Kaimana Hans Janes Litaay mengatakan pemerintah mulai menyalurkan air bersih dengan 4 mobil tangki ke titik terdampak: Kampung Coa, Perumahan DPR, Kebun Kelapa, Kampung Baru, dan Jalan Belakang Bandara.
“Langkah ini diambil menyusul adanya keluhan masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari,” kata Hans.
Wakil Bupati Kaimana Isak Waryensi juga mengakui kekeringan sudah meluas.
*PALA GAGAL PANEN, EKONOMI LUMPUH*
Di balik krisis air, petani pala menjerit. Kemarau panjang 3 bulan terakhir membuat pohon pala yang biasanya menjadi emas hijau Kaimana *gagal berbuah, bunga rontok, dan biji pala mengecil*.
Petani di Distrik Teluk Arguni dan Buruway melaporkan hasil panen turun 70-80%. Pala yang biasanya dijual Rp 90.000-120.000/kg kering kini langka, sementara petani harus membeli air untuk menyiram bibit.
“Biasanya pala untuk bayar sekolah anak, beli beras. Sekarang air saja susah, pala tidak jadi. Kami mau makan apa?” keluh seorang petani pala di Kampung Trikora.
Kaimana sebagai penghasil pala terbesar di Papua Barat dengan luas ribuan hektar, kini terancam kehilangan identitasnya jika kekeringan terus berlanjut. BPBD bahkan sudah menyurati BPBD Provinsi untuk modifikasi cuaca / hujan buatan karena titik api karhutla sulit dijangkau.
*Pemkab minta warga lapor ke RT jika butuh air, sementara petani berharap ada bantuan bibit tahan kering dan tandon air untuk kebun pala.*
🚨 KAIMANA KRISIS GANDA 🚨
Kekeringan melanda, air bersih sulit! BPBD & Pemkab Kaimana salurkan 4 tangki air ke Kampung Coa, Kebun Kelapa, Belakang Bandara.
Petani Pala menjerit: Bunga pala rontok, gagal panen 80%, pendapatan hilang. Kaimana Kota Pala terancam!
Pemerintah diminta segera hujan buatan & bantuan ekonomi petani. Pemerintah dan masyarakat juga meminta kehadiran Tentara Nasional Indonesia untuk datang dan membangun beberapa titip air sumur bor yang tentunya bisa untuk pertanian pala dan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Pewarta/Troitua-Sri Susanti.
