Sidang Kabinet Paripurna 2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata Untuk Negeri
PWI/I-PKRI CYBER. Istana Merdeka 21 Oktober 2026‘’.. Ringkasan Pidato Presiden Prabowo Subianto. Menghadapi Berbagai Medan “Perang” Global dan Nasional:
Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa selama dua tahun terakhir, pemerintah bersama-sama mengemban amanah di tengah situasi dunia yang penuh krisis, konflik, serta persaingan kekuatan besar. Tantangan tersebut tidak hanya berupa perang fisik atau terbuka, tetapi juga meluas menjadi perang dagang, perang ekonomi, perang tarif, perang politik, hingga perang informasi.
Penegasan “We Are on the Right Track”: Presiden menegaskan bahwa di tengah tekanan global yang sangat terintegrasi dan penuh ketergantungan ini, Indonesia berada di jalur yang benar “on the right track“. Beliau meminta jajarannya terus bersatu untuk bekerjasama di berbagai program strategis,hingga membuahkan hasil nyata.
_Capaian Strategis Nasional,_
Ketahanan Pangan & Energi: Mencapai swasembada pangan, rekor cadangan beras tertinggi sepanjang sejarah, serta penguatan kemandirian energi (seperti inisiatif B50).
Tata Kelola & Ekonomi: Pembentukan badan pengelola investasi Danantara, sistem ekspor satu pintu, serta penataan aset dan BUMN.
Pentingnya Teamwork atau Kerjasama Tim. Presiden menekankan bahwa keberhasilan tidak bergantung pada kecemerlangan individu yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan pada kemampuan membangun kekompakan dan kerja sama tim yang solid.
_Memaknai Dua Tahun Perjalanan Pemerintahan_
Pesan utama dan makna dari dua tahun kepemimpinan Prabowo Subianto merujuk pada beberapa poin fundamental yaitu,
Kedaulatan dan Kemandirian Bangsa:
Dua tahun pertama diposisikan sebagai fase peletakan fondasi agar Indonesia tidak selalu bergantung pada dinamika luar negeri. Kebijakan seperti swasembada pangan, hilirisasi, dan pengamanan devisa melalui ekspor satu pintu dimaknai sebagai upaya menjaga keselamatan dan kemandirian nasional.
Konsolidasi dan Kedisiplinan Internal/ “Bersih-Bersih”,
Makna kepemimpinan dua tahun ini juga ditandai dengan sikap tanpa kompromi terhadap pelanggaran atau kebocoran anggaran ,seperti penindakan tegas pada program Makan Bergizi Gratis. Pemerintah ingin mengirim sinyal bahwa loyalitas tertinggi adalah kepada rakyat dan efisiensi negara.
Persatuan Nasional dan Gotong Royong:
Pelibatan berbagai elemen bangsa, termasuk tokoh-tokoh dalam Dewan Pertimbangan Presiden hingga kekompakan Kabinet Merah Putih, dimaknai bahwa tantangan besar yaitu perang ekonomi, informasi, dan geopolitik,hanya bisa dihadapi dengan teamwork nasional yang erat.
Kebanggaan yang disampaikan oleh bapak Presiden Prabowo Subianto,beliau menegaskan bahwa dengan segala kelebihan dan kekurangan, prestasi yang dicapai selama dua tahun ini patut dibanggakan dengan tidak sombong. Beliau berpesan agar jajarannya menjaga amanah rakyat,Politik yang di gaungkan adalah National United yaitu menjaga persatuan Indonesia.
Ujian Solidaritas dan Mandat Rakyat ,dua tahun pertama dimaknai sebagai pembuktian bahwa mandat rakyat harus dijawab dengan keberanian menghadapi masalah, bukan dihindari.Betapa
pentingnya kedaulatan ekonomi ,Pesan utama dari perjalanan ini adalah keharusan bangsa Indonesia untuk berdiri di atas kaki sendiri,dengan kemandirian swadaya pangan dan akan memgupayakan pencapaian tercukupinya kebutuhan BBM didalam negeri .
Presiden juga menyampaikan
bahwa, kelemahan bangsa Indonesia adalah para Elite kita yang terkotak-kotak dalam kilau silau sektoral ini mungkin bersumber dari pendidikan kita .Oleh karena itu pendidikan kita harus Integritas dan tidak bisa sekedar sektoral sehingga lebih Multinational.
Politik luar negeri Presiden yaitu menghormati negara – negara lain, kedepan akan meningkatkan hubungan yang baik dengan negara International dengan menjalin kerjasama.
Dizaman yang serba maju ini hampir tidak ada lagi International Ordinary, kenyataan politik berdasarkan siapa yang kuat akan survival, sedangkan yang tidak kuat akan punah, contohnya bisa dilihat di Timur tengah . Rakyat Indonesia harus bersatu untuk menjadi bangsa dan negara yang kuat,dengan tidak terpecah belah.Hingga dituturkan ” Seribu kawan kurang banyak,Satu musuh terlalu banyak“.
Presiden juga menyinggung penanganan masalah Karhutla ,dikatakan musibah kebakaran Karhutla tidak murni peristiwa alam yaitu melainkan ulah tangan manusia yang sengaja membakar hutan ,beberapa bukti sudah dikumpulkan,ini termasuk kejahatan manusia yang mengakibatkan kerusakan hutan dan telah membahayakan keselamatan , orang banyak,oleh karena itu beberapa ,perusahaan korporasi yang terlibat pelanggaran akan ditindak tegas ,hingga dicabutnya perijinannya .
Sekian _ Terimakasih.
Pewarta :Eti kristini
Bela Bangun Jaga .
Ref: KompasTV

