PWI-I, CYBER PKRI. TOBA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba terus berpacu dengan waktu untuk menuntaskan berbagai persyaratan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Toba. Hingga saat ini, progres pemenuhan persyaratan tersebut telah mencapai 85 persen.
Hal itu dibahas dalam rapat yang dipimpin Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Toba Paber Napitupulu, dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), Rabu (9/9/2026).
Dalam rapat tersebut, Wakil Bupati menegaskan bahwa pemenuhan seluruh persyaratan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya Dinas Sosial.
“Ini pekerjaan kita semua. Bukan hanya pekerjaan Dinas Sosial,” ujar Audi Murphy.
Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat di Kabupaten Toba nantinya tidak hanya memberikan dampak positif terhadap sektor pendidikan, tetapi juga berpotensi mendorong pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Karena itu, Audi meminta seluruh OPD terkait untuk serius dan bergerak cepat dalam menyelesaikan berbagai persyaratan yang masih diperlukan.
“Jangan kita sia-siakan kesempatan ini. Ini juga pasti akan merekrut tenaga pengajar dan staf. Ini menjadi kesempatan untuk putra-putri kita,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Toba Lalo Hartono Simanjuntak mengatakan, berdasarkan hasil pembahasan, pemenuhan persyaratan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Toba telah mencapai sekitar 85 persen.
“Rapat tadi membahas lebih detail progres persyaratan. Kita yakin dapat menuntaskan persyaratannya dalam bulan ini sehingga pembangunan dapat dimulai tahun 2026 ini,” kata Lalo.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat tersebut direncanakan dibangun di Desa Lumban Binanga, Kecamatan Uluan. Sekolah ini akan menerapkan konsep berasrama dan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, termasuk sarana olahraga.
“Jadi bukan hanya fasilitas belajar seperti ruang kelas dan laboratorium, tetapi fasilitas untuk kegiatan ekstrakurikuler juga akan dilengkapi,” jelasnya.
Jika seluruh persyaratan dapat diselesaikan dan pembangunan terealisasi, Sekolah Rakyat tersebut akan menerima siswa untuk jenjang SMP dan SMA yang berasal dari keluarga tidak mampu.
Lalo menegaskan, para siswa nantinya akan mendapatkan fasilitas pendidikan secara gratis. Tidak hanya biaya sekolah, kebutuhan makan dan asrama juga akan ditanggung.
“Ini untuk keluarga tidak mampu. Semuanya gratis, bukan hanya biaya sekolah, tetapi biaya makan dan asrama juga gratis,” pungkasnya.
Pewarta/Yoshnuari
