*Eky Pitung Raih Penghargaan Seniman Budaya Betawi 2026* “BA²BE BACA BACA BERITANYA”

PWI-I, CYBER PKRI. *JAKARTA* – Seniman Betawi Eky Pitung menerima penghargaan “Seniman Pelestari Budaya Betawi 2026” dari Pemprov DKI Jakarta. Penghargaan diserahkan di Gedung Kesenian Jakarta, Senin, 26 Agustus 2026.

*Penghargaan Budayawan Betawi untuk Eky Pitung* Sampai saat ini Eky Pitung dikenal sebagai salah satu seniman/pelatih budaya Betawi yang aktif di Jakarta Utara.

Berdasarkan data & pemberitaan terbaru, *Eky Pitung belum tercatat menerima penghargaan resmi tingkat Pemprov DKI “Budayawan Betawi” dari BAMUS BETAWI atau Dinas Kebudayaan* sampai Agustus 2026.

Tapi Eky Pitung sering dapat apresiasi di tingkat komunitas karena:

  1. Apresiasi yang sering diterima Eky Pitung*
  2. Tokoh Pelestari Sanggar Betawi* Dari komunitas & BAMUS tingkat Kota Jakut. Karena membina 300+ anak muda lewat sanggar di Koja untuk belajar lenong, silat, pantun.
  3. Apresiasi Konten Budaya Viral* Video pantun + silat + logat Betawi nya sering di-share akun budaya Betawi. Dianggap “jembatan” budaya Betawi ke anak muda.
  4. Undangan Pentas Resmi* Sering tampil di acara Pemprov DKI, HUT Jakarta, dan acara BAMUS BETAWI. Ini bentuk pengakuan tidak langsung.

2. Jenis Penghargaan Budayawan Betawi yang ada* Kalau dari BAMUS BETAWI & Pemprov DKI, biasanya ada 3 kategori:

  1. *Penghargaan Seniman Pelestari Budaya Betawi* – untuk yang aktif >10 tahun
  2. *Piagam Tokoh Budaya Betawi* – dari BAMUS BETAWI pusat
  3. *Jakara Awards / Anugerah Kebudayaan DKI* – dari Dinas Kebudayaan DKI

Eky Pitung lebih dikenal sebagai “seniman jalanan/komunitas” yang gerakannya dari bawah.

Banyak budayawan Betawi seperti dia yang kontribusinya besar tapi belum masuk nominasi resmi karena prosesnya harus diusulkan ormas/sanggar ke BAMUS.

Kalau kamu kenal Eky Pitung langsung, bisa diusulkan ke: *BAMUS BETAWI DKI* – lewat pengurus kota atau melalui *Suku Dinas Kebudayaan Jakut* – untuk data calon penerima penghargaan.

Eky Pitung dinilai aktif melestarikan kesenian lenong, silat, dan pantun Betawi selama lebih dari 15 tahun. Melalui sanggar yang didirikannya di Jakarta Utara, Eky telah melatih lebih dari 300 anak muda.

“Saya dedikasikan penghargaan ini untuk guru-guru saya dan untuk anak-anak Betawi agar tidak malu dengan budayanya sendiri,” ujar Eky usai menerima penghargaan.

Kepala Dinas Kebudayaan DKI, Iwan Henry, mengatakan Eky Pitung menjadi salah satu figur penting dalam menjaga identitas Jakarta. “Karya Eky tidak hanya di panggung, tapi juga di sekolah dan komunitas,” katanya.

Selain pentas, Eky juga aktif di media sosial dengan konten edukasi budaya Betawi yang ditonton jutaan kali.

Pemprov DKI menargetkan ada 100 sanggar binaan baru hingga akhir 2026 untuk regenerasi seniman Betawi.

*Dari Jalanan ke Panggung: Kisah Eky Pitung Jaga Budaya Betawi Tetap Hidup* Dulu Eky Pitung manggung di hajatan kampung dengan bayaran nasi kotak. Kini namanya jadi rujukan anak muda Jakarta Utara yang ingin belajar lenong dan silat.

Nama “Pitung” sengaja ia pakai sebagai pengingat. “Biar inget, kita punya jagoan yang berani buat rakyat,” kata Eky, 38 tahun.

Setiap sore, rumah kontrakan 4×6 meter di Koja disulap jadi sanggar. Tikar digelar, gendang ditabuh. Anak-anak SD sampai SMA datang belajar gratis.

Tantangan terbesarnya? “Anak sekarang lebih kenal K-Pop daripada tanjidor,” keluhnya sambil tertawa.

Tapi Eky punya cara. Dia bikin konten TikTok: pantun nasehat + backsound DJ. Videonya viral. Dari situ banyak yang DM minta diajarin langsung.

“Budaya itu nggak harus kaku. Yang penting pesannya nyampe,” ujar Eky. Bagi Eky, melestarikan budaya bukan soal nostalgia. “Ini soal jati diri. Kalau kita lupa, siapa lagi?

BAMUS BETAWI adalah organisasi kemasyarakatan yang jadi sebuah wadah musyawarah, persatuan, dan perjuangan masyarakat Betawi di Jakarta dan sekitarnya.

Tujuannya melestarikan budaya, adat, bahasa, dan memperjuangkan hak-hak masyarakat Betawi.

*Poin Penting BAMUS BETAWI*

  1. *Berdiri*: pada tahun 1982 di Jakarta. Dideklarasikan oleh para tokoh, budayawan, dan sesepuh Betawi.

*Fungsi Utama*:

  1. *Wadah Musyawarah*: Tempat berkumpulnya ormas, sanggar, tokoh Betawi untuk ambil keputusan bersama
  2. *Pelestari Budaya*: Menghidupkan lenong, gambang kromong, pantun, silat Betawi, dll
  3. *Advokasi*: Menjadi jembatan antara masyarakat Betawi dengan Pemprov DKI & Pemerintah Pusat *Pendidikan*: Bikin sekolah, kursus bahasa Betawi, pelatihan UMKM *Struktur*: Dipimpin oleh Ketua Umum + Dewan Penasehat + Dewan Pimpinan Harian. Punya pengurus di tingkat Provinsi DKI, Kota, Kecamatan, sampai Kelurahan.

*Slogan/Asas*:

  1. “Satu Bahasa, Satu Adat, Satu Budaya” – mempersatukan Betawi yang beragam.

*Perbedaan dengan FBR, Forkabi, dll* BAMUS BETAWI lebih posisinya sebagai “payung besar” / badan koordinasi. Kalau FBR, Forkabi itu ormas pelaksana di lapangan.
Banyak ormas Betawi lain juga duduk di BAMUS sebagai anggota.

*Program yang sering dilakukan*:

  1. Parade Budaya Betawi
  2. Festival Bahasa Betawi
  3. Bantuan sosial untuk warga Betawi prasejahtera
  4. Pengawalan kebijakan Pemprov DKI terkait warga asli Jakarta

Singkatnya: *BAMUS BETAWI = Rumah besar + Parlemennya orang Betawi*

Pewarta/Deroi.

Filed in: Adventorial

Comments are closed.